PT Prima Buana Internusa Leading In Property Management

KonsPro (ADVERTORIAL) - Dalam  bisnis properti, bidang property management mungkin dianggap sebagai pekerjaan “kelas dua”. Tidak seperti bidang pengembang proyek dan pemasaran yang penuh dengan gemerlap promosi, baik di media massa, maupun event-event yang menghadirkan artis-artis ibukota.

Property management ibarat “pencuci piring” ketika sebuah pesta usai. Namun siapa sangka pekerjaan yang tergolong mulia ini mulai bangkit sebagai bisnis yang menguntungkan. “Yang jelas, bisnis ini tidak ada matinya,” ungkap Bambang  Setiobudi, Direktur PT. Prima Buana Internusa.

Pertumbuhan pembangunan properti strata title, terutama apartemen dalam tiga tahun terakhir ini jelas membutuhkan perusahaan pengelola gedung andal. Karena setiap gedung yang dibangun mesti ada yang mengelola, merawat, dan memperbaiki, agar gedung tersebut tidak kumuh  dan mengakibatkan nilainya jatuh.

Kalau sebuah gedung dirawat dengan baik, maka usianya bisa lebih lama dibandingkan dengan gedung yang tidak terawat. Disamping itu, bisa bayangkan jika kita berada di dalam sebuah gedung yang tidak terawat, kumuh dan kotor. Rasanya pasti tidak nyaman. Agar gedung itu nyaman ditinggali, maka pengelola gedung (property management) harus secara konsisten melakukan preventive maintenance (pencegahan sebelum terjadi kerusakan).

Preventive maintenance merupakan faktor yang paling dibutuhkan pada sebuah bangunan. Contoh kecil, masalah perawatan AC, yang menurut manualnya (panduan) secara rutin 3 bulan sekali harus di-service, tapi sering pengelola gedung di Indonesia tidak konsisten. AC dibiarkan hingga benar-benar rusak (tidak dapat dipakai)  baru diperbaiki.

Akibatnya kita harus mengeluarkan tenaga, waktu dan biaya yang tidak kecil untuk mengurusi AC itu. Padahal kalau preventive maintenance-nya dikerjakan secara konsisten, maka AC tersebut tidak perlu tunggu sampai rusak, karena sebelum rusak bisa dicegah dengan perawatan yang rutin.

Jadi preventive maintenance adalah persoalan “sepele” tapi tidak boleh “disepelekan”. Karena misalnya saja pengelolaan gedung sepelekan kerusakan kecil pada struktur bangunan, maka lama kelamaan bukan tidak mungkin bangunan tersebut dapat ambruk.

Menurut Bambang Setiobudi, PT. Prima Buana Internusa (PBI) dibentuk berangkat dari visi misi dari Chairman Agung Podomoro Group, Bapak Trihatma Kusuma Haliman. “Beliau menghendaki semua bangunan high rise building yang dibangun oleh APG dapat terjaga, terpelihara, bahkan kalau bisa lebih baik seperti saat pertama dibangun, minimal 5 tahun,” kata dia.

Kemudian oleh para direksi menterjemahkannya dengan membentuk satu badan usaha pengelolaan gedung (property management), maka dibuatlah PT. PBI. “Biasanya, pengelolaan gedung apartemen itu ditangani oleh pengembang minimal 2 tahun setelah serah terima fisik ke konsumen dan setelah masa garansi bangunan dari kontraktor habis. Lantas bagaimana dengan tiga tahun berikutnya, sesuai target Pak Trihatma?” imbuh Bambang Setiobudi.

Nah, pada tahun berikutnya, pengelolaan gedung  ini diserahkan kepada PPRS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun). Kalau PPRS mengelola sendiri, maka badan usahanya itu tidak perlu berbadan hukum. Tetapi kalau PPRS tidak sanggup, maka PPRS bisa menunjuk satu perusahaan property management profesional dan berbadan hukum.

“Peluang inilah yang dilihat oleh direksi APG, sehingga dirasakan perlu membentuk perusahaan property management yang berbadan hukum. Karena tidak mungkin pengelolaan itu terus dipegang developer. Dan ini sekaligus untuk meneruskan misi dari Pak Trihatma,” tandas Bambang Setiobudi.

Berjalan beberapa tahun, ternyata “sayap” bisnis satu ini (property management) terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap APG. Dan sejak tahun 2006 hingga kini PT PBI terus menunjukkan eksistensinya dalam hal pengelolaan gedung-gedung bertingkat.

“Saat ini PT PBI mengelola 18 gedung bertingkat jenis hunian (residensial), dan real estate,” ujar Bambang Setiobudi.

PT PBI merupakan perusahaan jasa property management pertama di Indonesia yang mengelola puluhan ribu unit apartemen. Meski saat ini PT PBI hanya mengelola gedung bertingkat yang dibangun oleh APG, namun dengan berjalannya waktu, PT PBI juga diarahkan untuk mengelola gedung di luar APG.

PT PBI dibentuk ketika usaha Agung Podomoro Group berkembang dengan pesat. Oleh karena itu untuk mengikuti kecepatan pengembangan proyek-proyek properti Agung Podomoro, khususnya subsektor apartemen, maka PT PBI muncul sebagai perusahaan property management yang terpercaya, profesional dan mampu menjaga reputasi Agung Podomoro pengembang terpercaya.

Kini sebagai perusahaan property management, PT. PBI memiliki reputasi yang baik dalam merawat dan mengelola gedung (apartemen) di tengah kota. PT. PBI memfokuskan pada pelayanan manajemen reliable & qualified commercial, residential dan strata title properties.

Rekanan Sebagai Partner Kerja

Dalam melakukan pengelolaan gedung, PT PBI tidak berjalan sendiri, tetapi bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang kemudian menjadi rekanan. Rekanan PT PBI bergerak dalam bidang maintenance, kebersihan, keamanan dan lain sebagainya. PT PBI tak segan mengajak serta rekanan yang memang dinilai memiliki capability untuk terus bekerja-sama menangani pengelolaan gedung-gedung lainnya.

Tentu saja ini merupakan peluang emas bagi semua rekanan PT PBI. Oleh sebab itu, semua rekanan juga terus berusaha untuk terus mempertahankan SOP-nya agar dapat terus bekerjasama dengan PT PBI.

Menyerap Tenaga Kerja

Mencari sumber daya manusia (SDM) bukanlah sebuah persoalan mudah. Tenaga kerja yang siap pakai, mampu dan bertanggung jawab terkadang menjadi kendala bagi perusahaan property management. Untuk memecahkan masalah ini PT PBI kemudian mendirikan sebuah learning center yang disebut  Inner City Learning Center (ICLC). ICLC inilah yang kemudian melakukan training dan pembinaan kepada seluruh karyawan PT PBI agar dapat meningkatkan kualitas kerja. ICLC juga dapat dimanfaatkan oleh para rekanan.

Sejak dioperasionalkan 2006 lalu PT PBI telah menyerap 440 tenaga kerja dan ini belum termasuk 2.100 tenaga outsourcing. Ini masih akan terus bertambah mengingat masih banyaknya proyek property management yang akan segera ditangani oleh PT PBI. Banyak tenaga kerja yang diserap ini tentunya sedikit banyak akan mengurangi beban ekonomi nasional.

“Karena sudah sering kerja-sama, maka sistem dan mekanisme kerja kami dengan perusahaan rekanan terus diperbaiki. Sehingga semua rekanan yang bertahan hari ini, adalah sudah terseleksi dengan baik. Dan kalau kita mendapat proyek di tempat lain, maka kita bawa semua rekanan itu,” jelasnya. (Erlan Kallo, Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya )

Comments  

 
+1 #1 Dwi Fitri Anto 2011-03-08 17:44
Teruss Maju Dan Berkembang PT. Prima Buana Internusa>>
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial