Kiat Jitu Perencanaan Sistem Lift pada Gedung Bertingkat

KonsPro (28/10) - PADA  gedung-gedung bertingkat, moda transportasi atau lift yang digunakan untuk mengangkut sesuatu benda dan penumpang dari bawah ke atas dan sebaliknya sudah menjadi syarat utama yang harus ada. Lift disediakan untuk memenuhi kebutuhan para penghuni untuk mendukung aktivitas pada gedung bertingkat.

Transportasi Vertikal yang dikenal dengan lift atau elevator adalah suatu alat transportasi untuk mengangkut barang atau penumpang dari satu lantai ke lantai lainnya. Dalam setiap perencanaan lift harus dilakukan dengan ketentuan perencanaan yang baik.

Untuk itu, melalui media ini, Divisi Lift Service PT Prima Buana Internusa (PT PBI) ingin menyampaikan beberapa saran yang mudah-mudahan dapat berguna bagi pengembang yang hendak merencanakan sistem lift dalam pembangunan gedung bertingkat.

1. Grouping System

Untuk satu lobby lift yang unit-unit lift-nya terdiri dari dua, lift penumpang dan lift service, maka semua lift dapat dimasukkan dalam Grouping System dengan dilengkapi suatu fungsi saklar yang dapat memberikan alternatif lift service  berdiri sendiri (simplex) atau bergabung dengan dua unit lift penumpang lainnya (triplex) dalam sistem melayani panggilan lantai (hall call).

Hal ini dapat membantu meningkatkan efisiensi melayani panggilan di setiap lantai, dengan modus yang disesuaikan dengan situasi yang ada. Tentunya teknik ini dapat diaplikasikan juga pada lobby lift dengan jumlah lift penumpang lebih dari dua unit.

2. Hall Lantern (Lampu Indikator Kedatangan Lift)

Dalam sistem lift yang terdiri dari banyak unit lift, sebaiknya dilengkapi dengan fungsi Hall Lantern. Karena selain biasanya biaya pengadaan fungsi hall lantern lebih ekonomis dibandingkan dengan fungsi Hall Position Indicator (Lampu Indikator Posisi Lantai). Hall Lantern juga memudahkan pengguna lift mengetahui lift mana yang akan tiba untuk melayani panggilan pengguna.

Pada sistem lift yang menggunakan Hall Position Indicator, pengguna lift memerlukan usaha untuk membaca angka posisi lift berada dan memahami lift mana yang akan datang untuk melayani panggilan pengguna. Jika dana mencukupi, tentunya penggunaan gabungan kedua fungsi tersebut akan lebih nyaman bagi pengguna lift.

3. Tombol Alarm/Bell

Pada beberapa sistem lift, posisi tombol ini cukup tinggi sehingga ada pengguna yang tidak mampu mencapainya. Sebaiknya ketinggian penempatan tombol ini disesuaikan agar pada keadaan darurat pengguna dengan kondisi apapun dapat mencapainya.

4. Car Light (Lampu Penerangan dalam kereta)

Car Light sebaiknya menggunakan lampu LED dengan tegangan rendah (12VDC), agar dapat diaplikasikan sebagai lampu darurat pada saat listrik gedung padam.  Keuntungan lainnya adalah panas yang ditimbulkan relatif lebih rendah sehingga tidak mengurangi kenyamanan di dalam lift.

5. Interior Ceiling (Interior pada Langit-langit kereta)

Pastikan Interior Ceiling ini berstruktur mudah dibuka dari atas kereta pada saat diperlukan proses penyelamatan penumpang lift yang terjebak dari atas kereta. Sering kali Interior Ceiling yang indah mengabaikan aspek darurat tersebut. Di samping itu, sebaiknya material yang berfungsi meneruskan cahaya dari Car Light juga dapat dengan mudah dibersihkan.

6. Car Panel (Dinding Kereta)

Untuk lift service, sebaiknya material dinding menggunakan atau dilapisi dengan bahan yang tidak mudah tergores.

7. Lantai Lobby Lift

Seringkali terjadi lantai lobby lift terkena banjir karena dari sistem pipa air yang pecah ataupun tumpahan air dari proses pembersihan lantai. Dampaknya air masuk kedalam ruang luncur melalui pintu lift dapat mengakibatkan kerusak-an pada peralatan elektronik lift.

Untuk menghindari potensi bahaya tersebut, lantai tepat di depan pintu lift dibuat landai dengan posisi lebih tinggi sedikit agar air tidak bisa mengalir ke posisi ini.

8. Lift Under Service Signage (Papan Informasi Lift sedang dalam keadaan dimatikan)

Pada dinding bagian atas pintu lift, sebaiknya direncanakan suatu pengait atau dudukan untuk menggantung Lift Under Service Signage. Hal ini bertujuan selain pertimbangan aspek estetika, juga membuat proses pemasangan dan pelepasan Signage terse-but lebih praktis.

9. Car Audio System (Suara Musik di dalam Kereta)

Untuk kereta yang tidak dilengkapi dengan sistem Multimedia, penggunaan musik latar belakang dapat menambah  kenyamanan penumpang lift.

10. Pit Ladder and Light (Tangga dan Lampu Penerangan di Pit Lift)

Seringkali kedua peralatan penting tersebut kurang diper-hatikan kelengkapannya maupun konstruksinya. Dan  kurangnya perhatian pada konstruksi tangga dapat menimbulkan potensi bahaya kecelakaan pada personil yang menggunakannya.

11. Machine Room Aircon (Pendingin Udara pada Ruang Mesin).

Untuk mendapatkan performa lift yang baik dan handal, penempatan control panel lift diposisikan terpisah dari mesin lift agar dapat dikondisikan suhu ruangan yang mendukung pendinginan peralatan elektronik lift. Mesin lift tidak memerlukan pendinginan. Pemisahan ini juga akan berdampak pada kebersihan control panel dari debu dan penggunaan energi listrik yang lebih hemat pada sistem pendingin udara.

12. Lantai Ruang Mesin

Lantai ruang mesin sebaiknya dibuat halus dan dilapisi keramik atau cat yang mudah dibersihkan. Lantai semen tanpa lapisan akan membuat control panel berdebu sehingga menimbulkan masa-lah pada performa sistem lift.

13. Glass Block

Pada umumnya lokasi ruang mesin berada paling atas gedung. Penggunaan Glass Block secukupnya pada dinding ruang mesin dapat membuat penerangan dalam ruang mesin lebih baik pada siang hari serta dapat menghemat energi listrik.

Demikian kiat yang perlu diperhatikan saat kita membuat perencanaan pem-bangunan lift. Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi kita semua. (Penulis: Joe Buki, Divisi Lift Service, PT Prima Buana Internusa)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial