FLPP, Solusi Memiliki Rumah Layak Huni Bagi MBR

KonsPro (10/5) JAKARTA - FASILITAS Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau yang dikenal dengan singkatan FLPP bertujuan untuk menyalurkan dana pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan tujuan meningkatkan akses sumber pembiayaan lewat Bank Pelaksana. Demikian diungkapkan oleh Margustienny Oemar Ali, Pimpinan Badan Layanan Umum – Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP), Kementerian Perumahan Rakyat di Metro TV, pekan silam kemarin.

Margustienny Oemar Ali menambahkan yang berhak mendapat FLPP adalah masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 2,5 juta per bulan untuk rumah sejahtera tapak dan Rp 4,5 juta per bulan untuk rumah sejahtera susun. Selain itu calon debitur juga harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)  dan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) serta belum pernah mendapatkan bantuan pembiayaan perumahan danmerupakan rumah pertama.

Pengelolaan dana FLPP ini diharapkan dapat membuat tingkat suku bunga KPR dapat diturunkan, khususnya untuk KPR Sejahtera. Bunga yang ditetapkan pun lebih rendah jika dibandingkan dengan bunga pasar yang berlaku yaitu di bawah 10 persen, dengan cicilan tetap selama masa tenor.

Program FLPP ini dapat memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengangsur KPR Sejahtera tapak sampai dengan Rp 80 juta. Sedangkan untuk kepemilikan Rumah Sejahtera Susun dimungkinkan untuk memfasilitasi sampai dengan maksimum KPR Sejahtera Susun sebesar Rp 135 juta.

Margustienny Oemar Ali menambahkan bagi konsumen, skim FLPP jauh lebih menguntungkan. Sebab suku bunga rendah dijamin hingga akhir jangka waktu kredit, sebagai ilustrasi, apabila seseorang atau MBR akan membeli Rumah Sejahtera Tapak dengan nilai KPR sebesar Rp 50 juta maka dia akan dikenakan bunga / marjin sebesar 8,15 %. Sedangkan apabila masyarakat akan membeli Rumah Sejahtera dengan nilai KPR sebesar Rp 80 juta, maka bunga yang dikenakan sebesar 8,5 %.

Sementara ini baru Bank BTN dan Bank Bukopin yang bertindak sebagai penyalur FLPP. Sementara itu program ini sudah dilaksanakan di daerah Bekasi sekitar 2000 unit, Banjarmasin sekitar 1500 unit, Bogor, Palembang, Tangerang, Cirebon, Semarang, Medan, Pekan Baru dan Jambi.

Adapun 10 pengembang terbesar yang turut serta mendukung program FLPP ini, diantaranya adalah PT Cahaya Bumi Pratama, PT Green Hiils Garden, PT Herlina Perkasa, PT Kiranasurya Perkasa, PT Sri Pertiwi Sejati, PT Persada jaya Artha, PT Perum Perumnas Cab. SMG, PT Tujuh Bintang Mandiri, PT Mutiara Bojong Indah dan PT Madya Kreasi Lestari.

Bagi Calon nasabah yang ingin memiliki rumah melalui program FLPP, menurut Pimpinan BLU-PPP ini, calon nasabah mendatangi Bank Pelaksana yang terdekat di daerahnya untuk minta informasi mengenai program FLPP. Setelah mengetahui pengembang yang ikut program FLPP ini melalui bank pelaksana, calon nasabah bisa memilih kaveling sesuai dengan kemampuannya dan memenuhi persyaratan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Setelah pengembang meminta kelengkapan data serta uang muka kepada calon nasabah, barulah kemudian pengembang mengusulkan kepada bank pelaksana untuk diproses. Kemudian bank pelaksana akan melakukan verifikasi calon nasabah KPR. Jika disetujui maka bank pelaksana akan mengeluarkan SP3K (Surat Persetujuan Prinsip Penjaminan Kredit).

Menurut Margustienny Oemar Ali masyarakat sangat antusias dalam menyambut program ini terutama bagi masyarakat di daerah yang harga lahannya masih terjangkau. Ke depan sudah 8 bank pembangunan daerah (BPD) yang menyatakan siap sebagai bank pelaksana FLPP. (Ristyan)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial